Ketahui Soal D-Mer, Perasaan Haru dan Sendu Saat Menyusui




Menjadi seorang ibu merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi wanita, terutama saat menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan anak hingga menjadi bagian besar dalam membangun karakter si kecil. Namun ada kalanya hal tersebut dipenuhi tantangan. Seperti halnya saat menyusui anak, Moms pasti merasa takut, jengah, hingga sakit di area puting karena tidak terbiasa. Salah satu tantangan yang bisa juga dirasakan oleh ibu menyusui adalah D-Mer atau Dysphoric Milk Ejection Reflex.


Apa Itu D-Mer?


Menurut dr. Nia, Konselor Laktasi RS Pondok Indah yang dilansir dari Orami, D-Mer merupakan perasaan jatuhnya emosi secara mendadak pada beberapa ibu tepat sebelum mengeluarkan ASI atau memerah ASI, atau bahkan saat refleks pengeluaran ASI secara spontan tanpa menyusui atau pumping. Gelombang emosi ini berupa perasaan negatif yang berkisar pada keparahan dan membenci diri sendiri.


Apa Saja Gejalanya?


Jika Moms merasakan emosi negatif, hampa, gelisah, sedih, gugup, marah emosional, mudah tersinggung hingga putus asa saat mengeluarkan ASI, bisa jadi Moms memiliki D-Mer. Gejala D-Mer terlihat dari emosi dan dapat berlangsung tidak lebih dari puluhan menit.


Untuk mengatasinya, Moms perlu dukungan lebih dari keluarga terdekat. Pada kasus ringan, Moms bisa melakukan terapi dan perubahan gaya hidup sesuai konsultasi dengan dokter.


Jika berlangsung lama, Moms bisa mempertimbangkan melakukan konsultasi lebih lanjut dan serius secara efektif dengan dokter atau konselor laktasi.


D-Mer bukan alasan yang digunakan untuk berhenti menyusui. Namun, D-Mer bisa menjadi tantangan untuk Moms dalam memberikan waktu bonding bersama si kecil karena habis energi oleh gelombang emosi yang negatif. Segera minta bantuan untuk penanganan yang lebih serius jika terasa mengganggu, ya Moms!



0 views0 comments