Bayi Boleh Dibedong Sampai Umur Berapa, Ya?




Membedong bayi adalah salah satu hal yang perlu Moms ketahui caranya. Hal ini dilakukan karena bisa membantu menenangkan sekaligus menghangatkan bayi. Selimut atau bedong yang membalut di badannya akan juga melindungi bayi dari sentuhan mendadak bagi refleks kulitnya serta suara yang tiba-tiba terdengar.


Meskipun begitu, apakah Moms tahu bahwa terdapat resiko dari bedong untuk si kecil?


Pada ulasan healthline, bedong dapat meningkatkan risiko SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak. Pasalnya, orangtua seringkali membedong terlalu kencang dan bayi bisa tercekik dalam tidurnya. Jika bedongan terlalu longgar, kain bisa menutupi hidung dan mulutnya sehingga si kecil merasa sesak.


Resiko lainnya adalah rentan biang keringat atau ruam. Dengan kondisi kulitnya yang masih rentan, bedong yang terlalu tebal bisa membuatnya cepat berkeringat akibat dibedong.


Mengutip dari ulasan popmama dan babysleepsite, Moms bisa melepaskan bedong si kecil dan bayi sudah siap saat sudah melewati tanda-tanda ini:


  • Usia rata-rata untuk menghentikan bedong bayi adalah sekitar 3 atau 4 bulan.

  • Jika bayi terlepas dari bedongnya, belum tentu hal tersebut adalah tanda bahwa ia sudah siap untuk berhenti dibedong. Perhatikanlah lebih lama lagi, jika bayi secara konsisten terlepas dari bedongnya setiap malam, maka itu adalah pertanda bahwa ia sudah siap untuk berhenti dibedong.

  • Bayi yang dibedong harusnya tidak pernah bisa tidur telungkup. Jadi, jika si Kecil mulai berguling saat tidur, maka itu adalah pertanda kuat bahwa ia sudah mampu untuk berhenti dibedong.


Untuk itu, orang tua bisa mulai membiasakan si kecil terlepas dari bedongnya saat memasuki usia dua atau tiga bulan. Di umurnya tersebut, refleks si kecil mulai menguat dan bayi sudah mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Di umurnya yang keempat bulan pun, si kecil harus dibiasakan untuk belajar berguling dan bergerak mengekspresikan perasaannya.


2 views0 comments