Cracked Nipple, Masalah yang Mengintai Ibu Menyusui



ASI merupakan asupan nutrisi ideal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si kecil. ASI terdiri dari air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, zat antibodi, dan enzim. Kandungan nutrisi lengkap tersebut lah yang menyebabkan ASI tidak dapat benar-benar digantikan dengan susu formula atau makanan apapun.

Namun, saat proses menyusui seringkali mom mengalami berbagai keluhan. Masalah yang umum terjadi adalah cracked nipple. Cracked nipple adalah lecet atau retakan pada puting yang membuat kulit puting terkelupas bahkan berdarah. Tentu kondisi ini membuat mom merasakan nyeri pada daerah sekitar puting yang bertambah saat menyusui si kecil.

Isapan yang kuat dan agresif, bayi yang sedang tumbuh gigi, infeksi jamur pada mulut bayi, bayi dengan tali lidah pendek (frenulum linguae), alergi pada nipple cream atau zat iritan lainnya merupakan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya cracked nipple.

Penanganan cracked nipple menurut dr. Bunga Saridewi, salah satu konsultan Alomedika, terbagi menjadi 2 (dua) yaitu secara medikamentosa dan non medikamentosa.

Medikamentosa

Medikamentosa adalah pengobatan atau perawatan penyakit dengan obat-obatan. Pemberian obat untuk cracked nipple dilakukan dengan pemberian analgesik dan krim lanolin.

Analgesik diberikan untuk menghilangkan nyeri pada area puting, dapat berupa tablet paracetamol 650-1000 mg tiap 4-6 jam, maksimal 4000 mg per hari. Sedangkan krim lanolin mampu mempercepat penyembuhan luka akibat trauma pada puting.

Non Medikamentosa

Penanganan cracked nipple tanpa penggunaan obat-obatan dapat dilakukan dengan mengistirahatkan payudara dari aktivitas menyusui selama 24 jam. Mom tetap dapat memompa ASI menggunakan pompa asi dengan hisapan lembut.

Cara lainnya adalah mengoleskan ASI ke puting yang pecah-pecah dan biarkan sampai mengering. Hal ini dapat membantu proses penyembuhan karena kandungan anti bakteri yang terdapat pada ASI. Namun pastikan mom mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengoleskannya.

Jika lecet terjadi akibat infeksi karena alergi, maka mom harus mengetahui sumber alergi dan menghindarinya. Penggunaan sabun, nipple cream, atau zat berbahan alkohol lainnya dapat memicu terjadinya alergi.

Apabila area puting semakin terasa nyeri, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Salam, Mutter

#MutterGakBikinSakit

#BreastfeedingIsFun


Source:https://www.alomedika.com/penyakit/obstetrik-dan-ginekologi/cracked-nipple-dan-inverted-nipple/penatalaksanaan


16 views0 comments