Apakah Uterine Tachysystole Berdampak Signifikan pada Janin?



Kontraksi merupakan proses pengerutan dan peregangan otot rahim. Proses ini alami terjadi pada ibu hamil menjelang persalinan.


Walaupun beberapa orang menganggap kontraksi sebagai sesuatu yang terasa kurang nyaman hingga menyakitkan, namun kontraksi penting terjadi karena merupakan salah satu penanda kesiapan untuk melahirkan. Semakin kuat, lama, dan dekat jaraknya, artinya si kecil sudah siap untuk dilahirkan.


Namun, apakah mom pernah mendengar istilah kontraksi abnormal? Kontraksi yang sering juga disebut “Hiperkontraktilitas” atau Uterine Tachysystole adalah kontraksi yang berlebihan saat persalinan. Dianggap berlebihan karena kontraksi ini terlalu kuat bahkan terlalu sering terjadi.


Pada awal persalinan, biasanya jarak antar kontraksi bisa sekitar 5 hingga 20 menit per kontraksi. Namun, pada Uterine Tachysystole dianggap sebagai kontraksi yang terlalu sering, dengan beberapa kontraksi berturut-turut selama periode waktu yang singkat. Mom dapat merasakan lima atau enam kontraksi dalam rentang waktu 10 menit. Hal ini tentu membuat mom kelelahan.


Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya Uterine Tachysystole:

  • Penggunaan obat perangsang persalinan, seperti oksitosin atau misoprostol

  • Penggunaan epidural untuk mengurangi rasa nyeri

  • Induksi untuk merangsang persalinan

  • Preeklamsia

  • Hipertensi

Sejauh ini, Uterine Tachysystole tidak berdampak signifikan pada mom atau janin. Namun menurut penelitian, kontraksi abnormal ini dapat memicu risiko penurunan oksigen ke janin serta perubahan detak jantung janin. Selain itu, mom yang mengalaminya lebih berpotensi melakukan persalinan secara caesar untuk menghindari terjadinya komplikasi.


Tetapi mom tidak perlu terlalu khawatir ya. Karena menurut Maternal Fetal & Neonatal Medicine Journal, dari 11% ibu yang melahirkan hanya 1 orang ibu yang mengalami Uterine Tachysystole. Itu artinya, kecil kemungkinan mom mengalami kontraksi abnormal ini.


Tetap jaga kondisi selama masa kehamilan. Konsumsi vitamin dan makanan sehat bergizi agar terhindar dari preeklamsia dan penyakit lain. Mom juga dapat melakukan berbagai teknik relaksasi menjelang persalinan guna meminimalisir penggunaan obat perangsang persalinan atau induksi.


Salam, Mutter

#MutterGakBikinSakit

#BreastfeedingIsFun


Source: https://www.bidankita.com/memahami-uterine-tachysystole-aliyas-kontraksi-yang-berlebihan-saat-persalinan/


22 views0 comments