Bayi Terbiasa Tidur Miring, Apakah Berbahaya?





Dear Moms, pernah memperhatikan posisi tidur si kecil? Tentunya si kecil bisa tidur dalam waktu yang lama dengan berbagai posisi, dan salah satunya dengan leher miring alias menyamping. Meskipun dinilai paling nyaman, posisi menyamping sendiri kurang baik untuk si kecil.


Penting bagi orangtua untuk mengubah posisi tidur bayi karena terdapat risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS. Posisi terlentang sendiri menjadi saran para peneliti untuk bayi karena dapat menurunkan tingkat SIDS sebanyak 50%.


Ada pun risiko bayi tidur dalam posisi miring lainnya yang wajib Moms perhatikan:


  • Perubahan Warna Harlequin

Jika si kecil terlalu lama dibiarkan tidur miring, sisi tubuh si kecil akan berubah warna menjadi kemerahan dengan garis batas jelas di sepanjang poros tengah. Belum diketahui pasti penyebabnya, namun ahli memperkirakan hal ini terjadi karena pembuluh darah yang belum sepenuhnya matang.


  • Perkembangan Otak Terhambat

Di usianya yang masih sangat rentan dan kecil, tulang tengkorak bayi yang masih lunak secara alami akan membuat kepala bayi menjadi rata atau dikenal sebagai flathead. Tulang tengkorak pada saat itu tenggelam menjadi cekung. Jika dibiarkan, pertumbuhan otaknya dapat terhambat karena ruang perkembangan tengkoraknya berkurang.


  • Tortikolis

Tortikolis adalah kemiringan leher yang tidak normal. Otot bayi masing berkembang dan lunak menjadi pendek. Tak hanya berpengaruh pada otot, kondisi ini juga dapat menyebabkan pertumbuhan tulang menjadi tidak normal.


  • Tersedak

Kebiasaan tidur miring si kecil dapat menyebabkannya sulit bernapas. Selain itu, makanan menumpuk di sekitar bukaan trakea sehingga bisa meningkatkan juga sindrom SIDS atau kematian bayi mendadak. Alangkah baiknya, orang tua rutin menelentangkan posisi tidur bayi hingga usianya satu tahun.


19 views0 comments